PERSAUDARAAN ADALAH PERSAMAAN

Posted: Oktober 25, 2012 in pengetahuan umum
Oleh: Wajidi Sayadi

Sekarang ini kita tengah berada di era modern yang ditandai oleh  dominasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak ilmu pengetahuan dan teknologi bagi hidup dan kehidupan manusia terutama di era modern ini adalah sesuatu yang tak terbendung lagi, di satu sisi menguntungkan, karena memudahkan (tekno artinya mudah dan logos artinya ilmu, teknologi berarti ilmu yang membuat mudah). Hampir semua peralatan dan fasilitas yang dipakai sekarang ini adalah hasil produk iptek. Namun, di sisi lain bisa juga justru menyusahkan, terutama ketika dikaitkan dengan sikap hidup keberagamaan. Dan dampak seperti inilah yang harus diantisipasi oleh umat Islam khususnya, karena  agama Islam yang konsep ajaran dasarnya sangat mengedepankan persoalan kebersamaan dan hidup sosial. Sementara kecenderungan masyarakat modern sekarang ini sebagai akibat dari kemajuan iptek adalah menumbuhkan semangat dan sikap hidup yang sangat individualistik dan bisa merontokkan semangat dan sikap kebersamaan itu.

Pada hakekatnya, Islam adalah agama yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. bertujuan dalam rangka memberikan keselamatan dan kebahagiaan bagi umat manusia secara umum, dan terlebih khusus bagi umat Islam baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an surat Al-Anbiya’:103. Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”.

Dalam rangka terwujudnya keselamatan dan kedamaian sebagai rahmat, maka dalam ajaran  Islam ditetapkan dan diwajibkan bagi umat Islam untuk senantiasa berhubungan dengan Allah Swt. dengan mengerjakan segala perintahNya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya, serta menjalin hubungan dengan baik dan kasih sayang terhadap sesama manusia terutama dalam hidup bermasyarakat, dan bahkan senantiasa juga menjaga dan memelihara terhadap lingkungan di mana kita berada.

Berhubungan dengan Allah diwujudkan dalam bentuk beribadah kepada kepadaNya dan berhubungan dengan sesama manusia dengan cara saling membantu dan menyayangi. Hal inilah yang disebut hablun min Allah dan hablun minannas. Kedua hubungan ini harus tetap dipelihara dan tidak boleh terputus, karena akan melahirkan bencana bagi kelangsungan hidup dan kehidupan manusia.

 

Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 112. Artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia”.

Prinsip dasar yang ditetapkan dalam ajaran Islam dalam upaya membangun tatanan kehidupan sosial dan kebersamaan dalam bermasyarakat adalah adanya asas persamaan di antara sesama. Prinsip dasar persamaan ini diwujudkan dalam bentuk hubungan persaudaraan. Ajaran Islam sangat menekankan pada upaya membangun persaudaraan, karena ia merupakan fondasi utama tumbuhnya semangat dan sikap hidup kebersamaan dalam rangka membangun tatanan kehidupan sosial dan masyarakat yang harmonis.

Persaudaraan dalam bahasa agama atau bahasa al-Qur’an diistilahkan dengan ukhuwwah. Ukhuwwah adalah bahasa Arab yang berasal dari akar kata a-kha yang arti dasarnya ialah memperhatikan. Dari arti ini dapat dipahami bahwa seorang yang merasa bersaudara akan saling memperhatikan antara satu dengan lainnya. Dalam al-Qur’an Allah Swt. berfirman pada surat Al-Hujurat ayat 13. “Wahai sekalian manusia! sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal”.

Saling mengenal dalam rangka terwujudnya saling memperhatikan. Saling memperhatikan karena adanya persamaan. Misalnya persamaan keturunan, ibu dan ayahnya sama berarti saudara kandung. Kalau menyusu pada satu orang yang sama walaupun lain keturunan namanya saudara sesusuan. Begitu juga kalau sama-sama bangsa Indonesia disebut saudara sebangsa. Sama-sama warga Kalbar berarti saudara seKalbar, sama-sama aqidah dan kepercayaan disebut saudara seagama. Bersaudara berarti mengakui adanya persamaan. Dari persamaan sebagai anak bangsa dan warga Kalbar inilah yang seharusnya dikedepankan walaupun berbeda latar belakang agama dan etnis dengan cara saling memperhatikan dan saling membantu antara satu dengan lainnya. Ada hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan Bukhari yang bersumber dari Anas bin Malik. “Unshur akhaka zhaliman au mazhluman” (Tolonglah saudaramu yang menganiaya atau yang dianiaya). Para sahabat bertanya, menolong saudara yang dianiaya adalah jelas, tapi kalau yang menganiaya bagaimana cara menolongnya, ya Rasul ? Beliau menjawab: “Ta’khudzu fawqa yadaihi“ (Engkau mencegahnya untuk tidak berbuat aniaya). Saudara yang dimaksudkan yang harus ditolong dalam hadis ini oleh M.Quraish Shihab mengatakan, tidak terbatas pada saudara seagama, tapi termasuk saudara sebangsa. Menolong orang yang tengah bertikai dan bermusuhan adalah dengan cara menghentikan permusuhan mereka, bukan dengan cara memprovokasi. Memprovokasi orang untuk bertindak yang bisa merugikan pihak lain adalah perbuatan yang tercela sangat dilarang dalam Islam, karena hal itu merusak hubungan dan tatanan kehidupan sosial dan kebersamaan. Mencari kawan adalah kawan bersama yaitu kebaikan dan kemajuan. Begitu juga yang menjadi musuh adalah musuh bersama, yaitu kejahatan dan ketertinggalan itu sendiri, bukan memusuhi orang-orang.

Berpuasa yang merupakan salah satu kewajiban orang-orang Islam tujuan utamanya adalah mencapai taqwa. Taqwa bukanlah sekedar simbol dan amalan ritual belaka, tapi ia merupakan gerakan operasional secara realitas dalam kehidupan sosial. Orang yang berpuasa akan mengalami bagaimana rasanya lapar dan haus itu yang biasa dialami oleh saudara-saudara kita yang tidak mampu. Diharapkan dengan perasaan itu akan memotivasi dan mempertebal rasa persamaan dan kesadaran solidaritas sosial. Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan dimana orang-orang Islam menunaikan ibadah puasa, sangat diharapkan banyak memberikan bantuan infaq, sedekah, dan zakat sebagai wujud persaudaraan dan persamaan.

 

Penulis adalah Staf STAIN Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s