AGENDA DAN STRATEGI PERUBAHAN

Posted: Oktober 25, 2012 in pengetahuan umum

Hassan Hanafi menawarkan delapan agenda dan strategi perubahan

Pertama, dari Tuhan ke bumi. Maksudnya kepercayaan adanya Tuhan Yang Maha Esa Pencipta harus diimplementasikan dalam bentuk pengerjaan dan pengelolaan bumi ini. Percaya kepada Tuhan berarti bekerja di bumi.

Kedua, dari keabadian ke waktu. Keabadian maksudnya kehidupan pascadunia yang merupakan tujuan akhir setiap pemeluk agama. Berorientasi kepada keabadian harus diwujudkan dengan melakukan manajemen waktu dan disiplin dalam menggunakannya. Suatu pekerjaan dilakukan secara bertahap dan dilakukan sesuai perencanaan.

Ketiga, dari takdir ke kehendak bebas. Usaha maju dan menguntungkan apabila prioritas diberikan kepada kehendak bebas manusia daripada takdir Tuhan. Dengan kata lain, bukanlah memelihara sifat-sifat Tuhan seperti Kemahakuasaan, melainkan justru harus memperkuat kehendak bebas dan kapasitas manusia untuk membangun dan berproduksi.

Keempat, dari otoritas (wahyu) ke akal. Hassan hanafi begitu gencarnya mendorong umat Islam agar mendayagunakan akal, sampai ia mengatakan, akal sama dengan wahyu, dan keduanya sama dengan alam.

Kelima, dari teori ke tindakan. Dalam Islam perbuatan yang baik merupakan manifestasi iman. Iman tanpa tindakan adalah omong kosong. Tindakan yang benar didasarkan pada teori yang salah adalah lebih baik daripada teori yang benar tanpa tindakan.

Keenam, dari charisma ke partisipasi massa. Umumnya dunia ketiga, proses pembangunan dikendalikan oleh pemimpin yang kharismatis tanpa memandang partisipasi massa. Hanafi memandang perlu perubahan orientasi dari kepemimpinan kharismatis menuju komunitas massa. Ia menegaskan bahwa shalat berjamaah bernilai lebih besar daripada shalat sendiri; tujuan puasa untuk merasakan adanya orang lain; tujuan haji agar dapat menjadi persidangan tahunan untuk perencanaan komunitas.

Ketujuh, dari jiwa ke tubuh (dari esoteris ke eksoteris). Hanafi lebih cenderung eksoteris dalam memandang kemanusiaan. Masalah tubuh adalah masalah utama, yakni kelaparan, kekeringan, perumahan, transportasi, dan sebagainya.

Kedelapan, dari eskatologi ke futurologi. Eskatologi berarti masa depan manusia dan dunia. Manusia harus mempersiapkan diri untuk sebuah masa depan yang baik dan membuat dunia ini menjadi dunia yang sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s