3 Stabilitas Utama

Posted: September 27, 2011 in info islami, pengetahuan umum

Kandungan pokok dalam ayat tersebut ada 3 hal:

1.      Stabilitas spritual.

2.      Stabilitas ekonomi.

3.      Stabilitas keamanan.

1.      Stabilitas spritual ini dipahami dari kalimat فليعبدوا رب هذاالبيت  (maka sembahlah Tuhan pemilik rumah (Ka`bah) ini, maksudnya ialah Allah). Dan memang tujuan keberadaan manusia di permukaan bumi ini ialah untuk mengabdi kepada Pencipta. Sebagaimana ditegaskan dalam al-Qur’an.

وما خلقت الجن والإنس الا ليعبدون

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk menyembahKu”. (QS. al-Dzariayat: 56)

Pengabdian ini tidak hanya sekedar dalam arti beribadah kepada Allah, seperti shalat. Akan tetapi, meliputi seluruh aktivitas dalam kehidupan manusia yang diridhai Allah. Puncak dan hakekat seluruh peribadatan ada dalam praktek shalat, karena tersimpul dalam kalimat takbir al-ihram ketika membuka shalat dan ucapan salam ketika menutup shalat.

Pada saat membuka shalat dengan ucapan kalimat takbir al-ihram yang mengandung arti bahwa seluruh aktivitas kehidupan ini hendaknya disadari bahwa Allah selalu berada Demikian pula, ketika kita mengakhiri salat dengan membaca “Assalamu`alaikum Wa Rahmatullah” sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Bacaan salam ini berarti “semoga keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan ditimpakan kepada kamu sekalian”. Namun, sebetulnya dengan bacaan “Assalamu`alaikum” yang disertai gerakan menoleh ke kanan dan ke kiri ini hakikatnya mengandung arti dan maksud bahwa kita seolah-olah berikrar dan berjanji di hadapan Allah, seolah-olah kita berkata: “Ya Allah pada saat ini di hadapanMu kami berjanji untuk berbuat keselamatan dan kedamaian bagi orang-orang yang ada di sekeliling kanan dan kiri kami, begitu juga terhadap lingkungan di sekitar kami.

Oleh karena itu, kalau ada orang yang baru saja usai salat, lalu berbuat sesuatu yang menyakitkan orang lain dan merusak lingkungan hidup serta berbuat kerusuhan sosial, berarti melakukan tindakan perbuatan yang bertentangan dengan makna dan maksud ucapan “Assalamu`alaikum” yang dibaca ketika menutup salatnya. Rasulullah SAW. bersabda:

المسلم مَن سلم المسلمون مِن لسانه ويده

 “Orang yang betul-betul muslim ialah orang yang mampu membuat keselamatan dan kedamaian terhadap sesamanya dengan lidah dan tangannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s